Spasi Baut Optimal Untuk Kuat Geser Baut Pada Sambungan Pelat Baja


Ahmad Sumantri(1*),


(1) Politeknik Negeri Medan
(*) Corresponding Author

Abstract


Sistim sambungan merupakan bagian penting dalam kostruksi baja. Kesalahan merencanakan spasi baut mengakibatkan daya dukung sambungan menjadi berkurang sehingga menimbulkan resiko keruntuhan pada kostruksi. Perencanaan sambungan menggunakan alat sambung baut harus memenuhi ketentuan SNI 1729:2015. Menurut SNI 1729:2015, spasi antar baut tidak boleh kurang dari 2⅔ kali diameter baut dan tidak boleh melebihi 14 kali tebal elemen tertipis atau 180 mm. Penelitian dengan topik pengaruh jarak antar baut terhadap kuat geser sambungan bertujuan mengetahui pengaruh jarak antara baut terhadap kuat geser sambungan baut ganda pada sambungan pelat baja. Penelitian dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan menggunakan mesin uji tarik dengan metode uji langsung kuat geser sistem sambungan baut ganda pada pelat. Nilai beban puncak hasil uji yang merupakan nilai kuat geser sambungan nilainya berfluktuasi. Kuat geser rata-rata sampel kelompok I (spasi baut 20 mm) 21962,5 N, kelompok II (spasi baut 40 mm) 23512,5 N, kelompok III (spasi baut 60 mm) 22925,0 N, kelompok IV (spasi baut 80 mm) 23725,0 N dan kelompok V (spasi baut 100 mm) 22975,0 N. Berdasarkan persamaan trendline diperoleh spasi optimal 69,746 mm dan nilai kuat geser rata-rata 23533,8 N

Keywords


baja, baut, sambungan

Full Text:

PDF

References


Badan Standardisasi Nasional. 2015. Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (SNI 1729:2015)

Charles G, Salmon. John E. Johnson. 1997. Struktur Baja (Disain dan Prilaku), Jilid 1, Edisi Kedua, Terjemahan Wira. Jakarta: Erlangga

Departemen Pekerjaan Umum RI, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002)

Dewobroto Wiryanto. 2016. Studi Karakteristik Baut Mutu Tinggi (A325 dan Grade 8.8) Terhadap Tarik dan Pengaruhnya pada Perencanaan Sambungan. Seminar HAKI 2016

Dewobroto Wiryanto. 2015. Struktur Baja: Perilaku, Analisis & Desain - AISC 2010. Jakarta: Lumina Press

Dewobroto Wiryanto. 2009. Fenomena Curling Pelat Sambungan Dan Jumlah Baut Minimum. Prosiding Seminar Nasional: Perkembangan Mutakhir Pemanfaatan Material Baja dalam Industri Konstruksi. Universitas Katolik Parahyangan – Fakultas Teknik Jurusan Sipil 17-18 Juli 2009.

Setiawan Agus. 2008. Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002). Jakarta: Erlangga.SNI 1729:2015




DOI: https://doi.org/10.31289/jcebt.v4i1.3264

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jcebt dan Email: jcebt@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License