Analisis Sistem Proteksi Jaringan Tegangan Menengah Menggunakan Aplikasi Etap Di Bandar Udara Internasional Kualanamu


Zuraidah Tharo(1*), Muhammad Rizki Syahputra(2), Hamdani Hamdani(3), Bambang Sugino(4),


(1) Univeristas Pancabudi
(2) Univeristas Pancabudi
(3) Univeristas Pancabudi
(4) Univeristas Pancabudi
(*) Corresponding Author

Abstract


Sistem proteksi jaringan kelistrikan di Bandar Udara Internasional Kualanamu sangat dibutuhkan. Tujuan proteksi selain untuk menjaga keandalan dan stabilitas system tenaga listrik juga berfungsi untuk mendeteksi adanya gangguan, mencegah kerusakan peralatan (peralatan & jaringan), pengaman terhadap manusia dan meminimumkan daerah padam bila terjadi gangguan pada sistem. Gangguan hubung singkat di sistem tenaga listrik yang dapat mengakibatkan pemadaman berdampak terganggunya operasi keselamatan penerbangan, pelayanan kepada penumpang, operasional dan kerja peralatan di Bandara Kualanamu. Setelan pengaman atau proteksi didasarkan pada karakteristik proteksi yang dipasang pada sistem distribusi, berpengaruh sekali pada waktu kerja, dari daerah pengamanan proteksi bila ada kegagalan pada proteksi utamanya. Dari sini akan dibahas bagaimana cara menentukan setting relai arus lebih terhadap gangguan arus lebih yang kemungkinan terjadinya karena gangguan hubung singkat. Untuk mempermudah perhitungan analisa gangguan, maka disimulasikan menggunakan software Electric Transient and Analysis Program (ETAP) Power Station 12.6. Relai proteksi yang digunakan dan di setting adalah relai arus lebih yang ada di Sub Station Jaringan Tegangan Menengah Bandara Kualanamu. Relai ini berfungsi memproteksi arus gangguan terhadap fasa-tanah, fasa-fasa, fasa-fasa tanah dan 3 fasa. Setting relai proteksi mengacu pada ketentuan yang berlaku di PLN yaitu untuk waktu pemutusan gangguan jaringan 20 kV di Gardu Induk mulai saat terjadi gangguan hingga padamnya busur – listrik oleh terbukanya Pemutus Tenaga (PMT) penyulang adalah : untuk gangguan singkat Fasa-fasa/3fasa, harus kurang dari atau sama dengan 400 milidetik dan untuk gangguan hubung singkat fasa-tanah NGR 12 Ω waktu pemutusan maksimum 500 milidetik, NGR 40 Ω waktu pemutusan maksimum 1000 milidetik.


Keywords


Relay Proteksi, SCADA, ETAP, OCR, GFR

Full Text:

PDF1

References


Arismunandar, A dan Kuwahara, S. 1972. Teknik Tenaga Listrik, Jilid III gardu induk. Jakarta : PT Pradnya Paramita

Suripto, S. (2016). Sistem Tenaga Listrik. Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Suswanto, D (2009) Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Padang, UNiversitas Negeri Padang

Multa, L.P.,S.T.,M.Eng Aridani, Prima Restu (2013). Modul Pelatihan Etap. Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada

Buku Kesepakatan Bersama Pengelolaan Sistem Proteksi Trafo-Penyulang 20 kV PT PLN(Persero)Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali

Marsudi, D (2006). Operasi Sistem Tenaga Listrik. Yogyakarta, Graha Ilmu.




DOI: https://doi.org/10.31289/jesce.v4i1.3979

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF1 - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING)
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Tenik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jesce dan Email: jesce@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License