Pohon Hanau Dan Perempuan Siladang Di Kampung Aek Banir

Autor(s): Armansyah Matondang
DOI: 10.31289/jppuma.v5i1.1135

Abstract

Artikel ini menjelaskan dan memahami aktivitas perempuan Siladang dalam mengusahakan pohon Hanau di kampung Aek Banir”. Pohon-pohon Enau merupakan sumber mata pencaharian utama (Primer) bagi penduduk Aek Banir yang di samping juga mengusahakan tanaman karet. Pohon enau juga merupakan sumber tambahan pendapat bagi penduduk Aek Banir juga tak jauh dari pemanfaatan keberadaan pohon Hanau (Enau), yaitu membuat sapu ijuk dan tali dari ijuk. Pohon Hanau diusahakan atau disadap bukan hanya oleh kaum laki-laki saja, tetapi perempuan di Aek Banir juga turut menjadi penyadap pohon Enau di Aek Banir memiliki jumlah yang tidak sedikit. Bahkan dengan sekilas saja, terlihat jumlah perempuan yang terlibah mengusahakan penyadap pohon Enau di Aek Banir memiliki jumlah yang tidak sedikit. Perempuan Aek Banir terkadang mengendong anak-anak mereka memanjat pohon-pohon Hanau ketika sedang menyadap maupun ketika hendak mengambil tuok (nira) hasil dari sadapan mayang-mayang Hanau.

Keywords

Hanau Tree, Siladang Women, Kampung Aek Banir

References

Barth, Fredrick. 1988. Kelompok etnik dan Batasannya. Jakarta. UI Press

Harahap, Basyral Hamidi. 2004. Madina Membangun Masyarakat yang Madani, Suatu Studi Perbandingan. Jakarta: Metro Pos.

Ihoetan, Mangaradja. 1926. Riwajat Tanah Wakap Bangsa Mandailing di Sungai Mati Medan. Sjarikat Tapanoeli: Medan.

Koentjaraningrat. 1998. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

Laksono, PM., et.all,. 2000. Perempuan di Hutan Mngrove ; Kearifan Ekologis Masyarakat Papua. Yogyakarta. PSAP UGM, Galang Press Yogyakarta dan Yayasan Kehati.

Malik, Ichsan& Royo, Antoinette. 2003. Menyeimbangkan Kekuatan. Pilihan Strategi Menyelesaikan Konflik atas Sumber Daya Alam. Jakarta: Yayasan Kemala – United States Agency for International Development (USAID).

Reid, Anthony. 2011. Menuju Sejarah Sumatera. Jakarta. Penerbit Yayasa Obor Indonesia.

Said, Mohammad. Tanpa Tahun. Soetan Koemala Boelan (FLORA) Raja, Pemimpin Rakyat, Wartawan Penentang Kezaliman Belanda 1912-1932. Jakarta : UI Press

Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi, Yogyakarta. Tiara Wacana Yogya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.