Pendidikan Komersial Dan Gaya Hidup

Autor(s): Murni Eva Rumapea
DOI: 10.31289/jppuma.v5i2.1209

Abstract

            Pendidikan merupakan cara untuk mengembangkan potensi melalui proses pembelajaran. Pendidikan merupakan kebutuhan  yang bersifat mutlak untuk individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Bidang pendidikan banyak masalah yang dihadapi, terlebih diera globalisasi saat ini baik bersifat internal dan eksternal. Seperti wajib belajar 9 tahun dirancang pemerintah. Masyarakat mengalami kesulitan, bukan karena ketidakmampuan hal itu, tetapi ketidakmampuan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan komersil adalah pendidikan yang berorientasi hal ekonomis bukan untuk paradigma   pendidikan. Akibatnya bagi berekonomi kuat (mapan) dapat memperoleh  pendidikan, sedangkan bagi ekonomi lemah hanya memperoleh pendidikan bersifat seadanya.                Pendidikan sudah menjadi gaya hidup. Artinya pendidikan bukan lagi bersifat potensi/mutu tetapi sudah suatu bentuk gaya hidup (life style). Tanpa memikirkan peran mendasar lembaga pendidikan, dan aktivitas pendidikan. Telah menganggap pola pendidikan menjadi suatu gaya hidup. Dalam arti, pendidikan dianggap hanya untuk gaya-gayaan, bersifat keren, bergengsi, dan bersifat ikut-ikutan  maka memaksakan diri menjalani pendidikan. Maka dari iti pemerintah melalui BPK  dan non pemerintah melalui LSM melakukan pemeriksaan transaksi keuangan secara rutin terhadap semua lembaga pendidikan. Pihak ini harus berkoordinasi dengan departemen pendidikan untuk mencapai tujuan. Pihak ini harus mampu dan jujur melaporkan hal yang terjadi serta berhak melakukan evaluasi terkait kebijakan pemerintah dibidang pendidikan.

Keywords

Pendidikan Komersial, Gaya Hidup

Full Text:

PDF

References

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomar 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Hartini, D., (2011). Probelamtika Pendidikan diera Globelisasi

Hasbullah, (2005). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Banjarmasin : Rajawali Press

Ibrahim, I.S., (1997). Lifestyle Ecstasy (Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta. Jalasutra

Kartono, (2002). Menebus Pendidikan yang Tergadai Catatan Reflektif Seorang Guru. Yogyakarta : Galang Press

Kotler P., dan Gary A. (2012), Prinsip-Prinsip Pemasaran. Bandung. Erlangga

Marimba, D. A. (1962). Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung. Al-Ma`arif

Pasaribu, P., (2017). Peranan Partai Politik dalam Melaksanakan Pendidikan Politik. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 5 (1): 51-59

Pinem, M (2016). Pengaruh Pendidikan dan Status Sosial Ekonomi Kepala Keluarga bagi Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 4 (1): 97-105.

Purba, I.A., dan Ponirin, (2013). Perkembangan Amal Usaha Organisasi Muhammadiyah di Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 1 (2): 112-122.

Ritzer, G. (2002). Ketika Kapitalisme Berjingkrang. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Siregar, N.S.S., (2013), Persepsi Orang Tua terhadap Pentingnya Pendidikan bagi Anak, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 1 (1): 11-27.

Siregar, N.S.S., (2016). Tingkat Kesadaran Masyarakat Nelayan terhadap Pendidikan Anak, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 4 (1): 1-10.

Sitanggang, M.D., dan Suadi H., (2014). Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Camat Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 2 (1): 58-77.

Suharyanto, A., (2013). Peranan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membina Sikap Toleransi Antar Siswa, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 2 (1): 192-203

___________. (2015). Pendidikan dan Proses Pembudayaan dalam Keluarga, Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 7 (2) (2015): 162-165.

Wahono, F. (2001). Kapitalisme Pendidikan Antara Kompetisi dan Keadilan. Penerbit INSIST Press

Wibowo, A. (2008). Malpraktik Pendidikan. Yogyakarta. Genta Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.