Definisi Perseroan Terbuka atau Publik Menurut Peraturan Perundang-undangan Indonesia


Suwinto Johan(1*),


(1) President University
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam masyarakat, kita sering mendengarkan perusahaan terbuka. Perusahaan terbuka seakan-akan menjadi dua suku kata memperoleh penghargaan untuk sebuah perusahaan dalam memperoleh kepercayaan. Banyak masyarakat menginginkan usahanya menjadi perusahaan terbuka. Perusahaan terbuka akan dengan mudah memperoleh dana dari umum. Perusahaan terbuka menurut masyarakat adalah perusahaan yang menawarkan sahamnya di bursa efek. Definisi ini berbeda dengan definisi pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UU PM). Perbedaan definisi mengakibatkan timbulnya kebingungan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis definisi Perseroan Terbatas, Perseroan Terbatas Terbuka berdasarkan UU PT dan UU PM. Penelitian ini mempergunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), perseroan terbuka adalah perseroan yang melakukan penawaran umum, sedangkan berdasarkan UU PM, perusahaan publik adalah perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp.3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Definisi penawaran umum terdapat pada UU PM, yakni kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UU PM dan peraturan pelaksanaannya. Dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja telah dilakukan sinkronisasi definisi perseroan terbuka dan perseroan publik di UU PM dan UU PT.

Keywords


Definisi; Perusahaan Terbuka; Pasar Modal

Full Text:

PDF

References


Fahmi dalam Fittriana, R. N. Mardani, R. M. & Wahono, B. (2020). Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Go Public. E-Journal Riset Manajemen Prodi Manajemen. 9(10): 32-41.

Ginting dalam Nurnaningsih, R. & Solihin, D. (2020). Kedudukan Perseroan Terbatas (PT) Sebagai Bentuk Badan Hukum Perseroan Modal Ditinjau Menurut Undang Undang PT dan Nieuw Buurgerlijk Wetboek (NBW), Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan. 1(20): 55-64.

Hartono, P. N. H. & Djawoto (2018). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Go Public Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. 7 (3): 1-16

Inayah, N. H. & Wijayanto, A. (2020). Pengaruh Struktur Modal, Kepemilikan Manajerial, dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis. 9 (3): 242-250

Irawan, F. & Manurung, N. Y. (2020). Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk Tahun 2017-2019. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara. II (1): 31-45.

Johan, S., & Ariawan. (2021a). Consumer Protection In Financial Institutions. Legality : Jurnal Ilmiah Hukum, 29(2): 173–183.

Johan, S. & Ariawan. (2021b). Keterbukaan Infomrasi UU Pasar Modal Menciptakan Asymetric Information dan Semi Strong From. Masalah Masalah Hukum, 50(1): 106-118.

Lie, G. Saly, J. N. Gunadi, A. & Tirayo, A. M. (2019). Problematika UU No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan PKPU Terhadap Bank Sebagai Kreditor Separatis, Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 2 (2), ISSN 2620-7710, ISSN 2621-0398.

Margaretha, C. & Suhartono, S. (2016). Kemampuan Ukuran Perusahaan Memoderasi Determinan Audit Delay. Auditing. 5(2): 185-204

Marsandy, C., Deviyanti, D. R., & Setiawati, L. (2019). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Go Public pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman, 3(4),: 1–14.

Na’afi (2020). Efektifitas Kebijakan OJK Terkait Buyback Saham Terhadap Perubahan IHSG di Masa Pandemi Covid-19. Aghniya Jurnal Ekonomi Islam. 2(2): 629-644.

Permatasari, P. (2014). Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas Perusahaan Terbuka Akibat Putusan Pailit. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Hukum, 1(2). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v1i2.1547

Rosmida, & Wahyuni, E. S. (2017). Keberhasilan Program Yuk Nabung Saham Oleh Bursa Efek Indonesia Dalam Meningkatkan Penjualan Instrumen Pasar Modal di Indonesia. Inovbiz, 5(2),:151–157.

Sunariyah dalam Fittriana, R. N. Mardani, R. M. & Wahono, B. (2020). Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Go Public. E-Journal Riset Manajemen Prodi Manajemen. 9 (10): 32-41.

Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

Vedy, D., Susi. & Dewangkoro, B. (2016). Pengaruh Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Pemoderasi Dari Hubungan Kinerja Keuangan Dan Kinerja Pasar Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (2011-2015). Jurnal Magister Akuntasi Trisaksi (e-Journal). 3(2): 195-226.




DOI: https://doi.org/10.31289/mercatoria.v14i1.4429

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana, Magister Hukum, Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License