Makna Itikad Baik sebagai Landasan Hak Kepemilikan Pembeli: Wujud Standar Tindakan dalam Menentukan Kejujuran Pembeli


Muhammad Faisal(1*),


(1) Universitas Islam Sumatera Utara
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk memaparkan makna sebenarnya dari itikad baik sehingga ia dapat digunakan sebagai landasan kepemilikan bagi pembeli, terlebih lagi ketika pembeli ternyata membeli dari pihak yang tidak berhak mengalihkan benda. Masalah difokuskan pada pemaknaan ulang definisi itikad baik serta penentuan wujud standar tindakan pembeli beritikad baik yang dicerminkan melalui nilai etis kejujuran. Kejujuran pembeli dibuktikan dengan ketidaktahuan pembeli akan cacat cela benda, namun dewasa ini ketidaktahuan tidak cukup dengan pengetahuan aktual (actual notice) pembeli saja tetapi juga harus mempertimbangkan pengetahuan-pengetahuan yang diwajibkan oleh hakim (constructive notice). Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori etis dari Immanuel Kant yang akan memperlihatkan bahwa itikad baik adalah nilai tertinggi dalam kepemilikan yang menaungi baik prinsip perlindungan pemilik asli maupun perlindungan pembeli. Penentuan prioritas kepemilikan diantara mereka kemudian ditentukan oleh hakim melalui penerapan constructive notice. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif.  Kajian ini menyimpulkan bahwa wujud sebenarnya standar tindakan itikad baik yang dikonstruksi oleh hakim adalah tindakan-tindakan kehati-hatian yang dilakukan oleh pembeli. Pada akhirnya beritikad baik atau tidaknya seorang pembeli ditentukan berdasarkan tindakan pencegahan yang memadai yang dilakukannya sebagai bentuk kewajiban berhati-hatinya.

Keywords


Itikad Baik; Sengketa Kepemilikan; Prioritas Kepemilikan; Perlindungan Pembeli.

Full Text:

PDF

References


Allison, H. E. (1997). We Can Act Only under the Idea of Freedom. Proceedings and Addresses of the American Philosophical Association, 71(2), 39–50.

Ames, J. B. (1887). Purchase for Value Without Notice. Harvard Law Review, 1(1), 1–16.

Cicero, M. T. (1913). De Officiis With an English Translation by Walter Miller. Macmillan Company.

Dari-Mattiacci, G., & Guerriero, C. (2015). Law and Culture: A Theory of Comparative Variation in Bona Fide Purchase Rules. Oxford Journal of Legal Studies, 35(3), 543–574.

DobrilĂ, M. C. (2014). Bona Fide Purchaser and the Sale of a Property Belonging To Another. Questions on the Evolution of Jurisprudence in This Field Under the New Civil Code. Journal of Public Administration, Finance and Law, special, 105–111.

Fauvarque-Cosson, B., & Mazeaud, D. (2009). European Contract Law: Materials for a Common Frame of Reference: Terminology, Guiding Principles, Model Rules. Walter de Gruyter.

Gijssels, J., & Hoecke, M. Van. (2001). Wat is Rechtsteorie? Diterjemahkan oleh B. Arif Sidharta. “Apakah Teori Hukum Itu?” Seri Dasar-dasar Ilmu Hukum 3. Cet. 3. Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan.

Gjoni, G., & Peto, Z. (2017). An Overview of Good Faith as a Principle of Contractual Interpretation with Special References to the Albanian Law. European Scientific Journal, 13(25), 288–296.

Hartkamp, A. S. (1992). Judicial Discretion under the New Civil Code of the Netherlands. The American Journal of Comparative Law, 40(3), 551–571.

Hernoko, A. Y. (2016). Asas Proporsionalitas sebagai Landasan Pertukaran Hak dan Kewajiban para Pihak dalam Kontrak Komersial. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 5(3), 447–466.

Hesselink, M. W. (2011). The Concept of Good Faith. Dalam A. S. Hartkamp, M. W. Hesselink, E. H. Hondius, C. du Perron, & C. Mak (Eds.), Towards A European Civil Code, 4th Fully Revised and Expanded Edition (pp. 619–649). Kluwer Law International.

Ibrahim, J. (2007). Teori dan Metode Penelitian Hukum Normatif. Cet. 3. Bayumedia Publishing.

Jones, J. W. (2015). The Position and Rights of a Bona Fide Purchaser for Value of Goods Improperly Obtained. Cambridge University Press.

Kant, I. (2002). Groundwork for the Metaphysics of Morals. Diterjemahkan olehA.W. Wood. Yale University Press.

Kant, I. (2008). Fundamental Principles of The Metaphysic of Moral. Diterjemahkan oleh Mary Gregor. Cambridge University Press.

Kant, I. (2012).The Science of Right. Diterjemahkan olehW. Hastie. Start Publishing.

Khairandy, R. (2000). Kewenangan Hakim untuk Melakukan Intervensi terhadap Kewajiban Kontraktual Berdasarkan Asas Iktikad Baik. Jurnal Hukum, 7(15), 92–117.

Khairandy, R. (2009). Makna. Tolok Ukur, Pemahaman. dan Sikap Pengadilan di Indonesia terhadap Iktikad Baik dalam Pelaksanaan Kontrak. Jurnal Hukum, 16(Khusus), 51–71.

Levmore, S. (1987). Variety and Uniformity in the Treatment of the Good-Faith Purchaser. The Journal of Legal Studies, 16(1), 43–65.

Long, J. R. (1920). Notice in Equity Author. Harvard Law Review, 34(2), 137–160.

MacMahon, P. (2015). Good faith and Fair Dealing as an Underenforced Legal Norm. In Minnesota Law Review, 99(6), 2051–2110.

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian Hukum (cet. 7). Kencana Prenada Media Group.

Mautner, M. (1991). The Eternal Triangles of the Law: Toward a Theory of Priorities in Conflicts Involving Remote Parties. Michigan Law Review, 90(1), 95–154.

Mee, J. (1995). Undue Influence , Misrepresentation and the Doctrine of Notice. The Cambridge Law Journal, 54(3), 536–544.

O’Dell, E. (1997). Restitution , Coercion by a Third Party , and the Proper Role of Notice. The Cambridge Law Journal, 56(1), 71–79.

Pei Yee, W. (2001). Protecting Parties’ Reasonables Expectation: A General Principle of Good Faith. Oxford University Commonwealth Law Journal, 1(2), 195–229.

Sandel, M. J. (2011). Justice: What’s The Right Thing To Do? Farrar, Straus and Giroux.

Schelhaas, H. N. (2017). Redelijkheid en Billijkheid. Wolter Kluwer.

Schermaeir, M. J. (2000). Bona Fides in Roman Contract Law. In S. Zimmermann, Reinhard ; Whittaker (Ed.), Good Faith in European Contract Law. Cambridge University Press.

Schwartz, A., & Scott, R. E. (2011). Rethinking The Laws of Good Faith Purchase. Columbia Law Review, 111(6), 1332–1383.

Subekti. (2014). Aneka Perjanjian. Citra Aditya Bakti.

Verhaegh, M. (2004). Kant and Property Rights. Journal of Libertarian Studies, 18(3), 11–32.

Virgo, G. (2015). The Principle of the Law of Restitution (3rd ed.). Oxford University Press.

Wood, A. W. (2003). The Good Will. Philosophical Topics, 31(1/2), 457–484.

Zimmermann, R., & Whittaker, S. (2000). Good Faith in European Contract Law: Surveying The Legal Landscape. Dalam R. Zimmermann & S. Whittaker (Eds.), Good Faith in European Contract Law.Cambridge University Press.




DOI: https://doi.org/10.31289/mercatoria.v14i1.5079

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana, Magister Hukum, Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License