Model Komunikasi Antarpribadi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam Menghadapi Stigma dan Diskriminasi Lingkungan Sosial

Autor(s): Dwianita Dwianita
DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1832

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komunikasi antarpribadi, hambatan komunikasi, serta menemukan model komunikasi antarpribadi ODHA dalam menghadapi stigma dan diskriminasi lingkungan sosial dengan menggunakan Teori Komunikasi Antarpribadi, Pengungkapan Diri, Teori Tindakan Beralasan, dan Teori Disonansi Kognitif. Penelitian dilakukan di Pusat Pelayanan Khusus, RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah ODHA, teman, keluarga, konselor, perawat, dan masyarakat. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi ODHA dalam penyampaian informasi status diri masih memperoleh stigma dan diskriminasi dari lingkungan sosial berupa penolakan, pengusiran, pengucilan, jibiran, dan ekspresi wajah yang kurang menyenangkan. Komunikasi keempat informan di masyarakat pada umumnya sama yaitu masih menyembunyikan status diri sebagai ODHA dengan bersikap secara wajar, menjaga jarak, dan berbohong tentang penyakitnya. Hambatan komunikasi yang dialami yaitu hambatan kognitif disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS dan masih dikaitkan dengan moralitas. Serta adanya hambatan psikologi dan fisik diri ODHA. Model komunikasi antarpribadi yang dilakukan ODHA di lingkungan sosialnya dilakukan melalui 2 cara, terbuka tentang kondisi status kesehatannya dan tertutup dengan menyembunyikan status dirinya sebagai ODHA agar terhindar dari stigma dan diskriminasi.

Keywords

Model Komunikasi, ODHA, Stigma, Diskriminasi, Rumah Sakit Adam Malik

Full Text:

PDF

References

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. (2013). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Discourse Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Cangara, Hafied. (2009). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Devito, Joseph A. (2017). The Interpersonal Communication Book Fifteenth Edition. Boston: Pearson Education.

Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Gaudine, A., Gien, L., Thuan, T.T., and Dung, D.V. (2010). Perspectives of HIV-related stigma in a community in Vietnam: A qualitative Study. International Journal of Nursing Studies, 47: 38–48.

Hutagalung, Inge. (2015). Teori-Teori Komunikasi dalam Pengaruh Psikologi. Jakarta: Indeks.

Indriani, Septiana Dewi & Fauziah, Nailul. (2017). Karena Hidup Harus Terus Berjalan (Sebuah Studi Fenomenologi Kehidupan Orang dengan HIV/AIDS). Jurnal Empati. Januari 2017, Volume 6(1), 385-395.

Jogiyanto. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan Edisi revisi. Yogyakarta: Andi Offset.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Laporan Perkembangan HIV-AIDS & Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2017. Jakarta: Kemenkes RI.

Keputusan Menteri Kesehatan RI No 782/Menkes/SK/IV/2011 Tentang Rumah Sakit Rujukan Bagi ODHA.

Kriyantono, Rachmat. (2014). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Liputan6. (2016). Kisah 2 ODHA yang Menyentuh Hati. Diunduh di http://health.liputan6.com/read/2667535/kisah-2-odha-yang-menyentuh-hati tanggal 20 Juni 2017.

Littlejohn, Stephen W., & Foss, Karen A. (2011). Teori Komunikasi: Theories of Human Communication. Jakarta: Salemba Humanika.

Miller, Katherine. (2001). Communication Theories: Perspectives, Processes, and Contexts. New York: McGraw Hill.

Mulyana, Deddy. (2005). Human Communication: Konteks-Konteks Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

_____________. (2006). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Peraturan Daerah Kota Medan No. 01 Tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.

Roey, J. V. (2003). From Principle to Practice: Greater Involvement of People Living with or Affected by HIV/AIDS (GIPA). (Yayasan Spiritia, Terjemahan). Jakarta: Yayasan Spiritia.

Sarwono, W. Sarlito. (2004). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suriana, Atik. & Dewi, Dinar Sari Eka. (2013). Penelitian Tentang Self Disclosure Pasien ODHA RSUD Banyumas. Journal Psycho Idea. Tahun 11 No. 1, ISSN 1693-1076. Februari 2013.

Surip, Muhammad. (2011). Teori Komunikasi Perspektif Teoritis Teori Komunikasi. Medan: UNIMED.

Wood, Julia T. (2013). Komunikasi Teori dan Praktik: Komunikasi dalam kehidupan Kita. Jakarta: Salemba Humanika.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.