Pemberdayaan Perempuan melalui Media Sosial

Autor(s): Rehia K.I Barus
DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.204

Abstract

Penggunaan media baru sudah kerap menjadi bahan kajian. Namun di Indonesia, baru sedikit penelitian yang mengaitkannya dengan masalah pemberdayaan, terlebih lagi pemberdayaan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pemberdayaan perempuan dilakukan melalui media sosial. Melalui metode studi kasus, penelitian ini mempelajari fenomena penggunaan media sosial oleh lembaga pemberdayaan perempuan langsung pada keadaan alaminya. Dua fokus kajian dalam penelitian ini adalah pada personel yang melakukan aktivitas bermedia sosial dan pada isi media sosial yang mereka kelola. Telaah pada personel pelaku media sosial memberikan gambaran kemampuan penggunaan media sosial kelompok perempuan. Sementara telaah dari isi media sosial menggambarkan seperti apa konten media yang dianggap memberdayakan.

 

 

 

Keywords

media sosial, pemberdayan, Hapsari

Full Text:

PDF

References

Denzin, N. K, & Lincoln, Y. S. (1994). Handbook of Qualitative Research, California: Sage Publications.

Fakih, M. (2001). Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Edisi ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giddens, A. (1993). Sociology. Edisi ke-2. UK: Blackwell Publishers.

Hobson, B., Lewis, J., & Siim, B (Eds). (2002). Contested Concept in Gender and Social Politics. UK: Edward Elgar Publishing Limited.

Jankowski, N. W. & Prehn, O (Eds). (2002). Community Media in the Information Age. New Jersey: Hampton Press.

Mulia, S. M. (2008). Menuju Kemandirian Politik Perempuan. Yogyakarta: Kibar Press.

Prijono, O. S. & Pranarka, A.M. (1996). Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan, dan Implementasi, Jakarta: CSIS.

Siregar, A., Pasaribu, R., & Prihastuti, I (Eds). (2000). Eksplorasi Gender di Ranah Jurnalisme dan Hiburan, Yogyakarta: Galang Printika.

Zandt, D. (2010). Share this! How You will Change the World with Social Networking. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.