Persepsi Remaja terhadap Konten Prank di Media Sosial


Moulita Moulita(1),


(1) Universitas Sumatera Utara

Abstract


Beberapa jenis konten prank yang diajukan dalam penelitian ini adalah prank gembel/ pengemis, prank ojol, prank tes kejujuran, prank giveaway, prank di tempat umum/wisata, prank teman/keluarga, prank gold digger, prank melibatkan polisi, prank bom, dan prank horor. Penelitian ini dilakukan bertujuan  memperoleh gambaran tentang persepsi remaja mengenai konten prank di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Medan yang berjumlah 200 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain konten prank yang paling disukai adalah prank tes kejujuran, prank giveaway, prank gembel/pengemis, serta prank teman/keluarga. Jenis-jenis konten prank yang tidak disukai adalah prank bom, prank yang melibatkan polisi, prank ojek online, dan prank gold digger. Persepsi terhadap nilai-nilai positif yang terdapat dalam konten prank menurut responden adalah kedermawanan, kesetiakawanan, serta pantang menyerah, sementara persepsi mengenai nilai negatif antara lain merugikan orang lain, memberi contoh buruk, dan dapat menimbulkan kemarahan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Konten prank dikemas sedemikian rupa untuk memberikan hiburan bagi para penontonnya, diperlukan kebijaksanaan dan kecerdasan semua pihak dalam mengakses dan memproduksi konten yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi khalayak dan masyarakat.


Keywords


Prank; Content; Adolescent; Social Media

Full Text:

PDF

References


Annastasia, G.E. (2020). Pengaruh Konten Prank dalam Youtube terhadap Sikap Negatif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2018). Jumlah penduduk kota Medan menurut kelompok umur tahun 2018. Diakses dari https://medankota.bps.go.id/dynamictable/2019/11/13/65/jumlah-penduduk-kota-medan-menurut-kelompok-umur-tahun-2018.html

David, E.R. Sondakh, M. & Harilama, S. (2017). Pengaruh konten vlog dalam youtube terhadap pembentukan sikap mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi. Acta Diurna. 6(1).

Efendi, I.K. (2018). Keisengan Berujung Maut! 3 Orang ini Tewas saat Merayakan Ulang Tahun, No 2 Paling Memilukan. Tribun Jabar. Bandung. 2 Februari. Diakses dari https://jabar.tribunnews.com/2018/02/02/keisengan-berujung-maut-3-orang-ini-tewas-saat-merayakan-ulang-tahun-no-2-paling-memilukan?page=all.

Effendi. M.W. Hendra. Y. & Armansyah, M. (2019). Persepsi Masyarakat Tentang Citra Pemerintah Kota Medan Melalui Akun Media Sosial Instagram Study Deskriptif Kualitatif Pada Masyarakat Kota Medan yang Mengikuti Akun Media Sosial Instagram @humas_pemkomedan. PERSPEKTIF, 8 (1): 20-26

Herawan, B.A. (2018). Apa dampak negatif dari video prank di YouTube? Quora. 2 Oktober. Diakses dari https:// id. quora.com/Apa-dampak-negatif-dari-video-prank-di-YouTube

Herlina, D. (2019). Literasi Media: Teori dan Fasilitasi. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Hobbs, R. (2011). Digital and Media Literacy: The Pleasures and Perils of Online Pranking. BePress, University of Rhode Island. Diakses dari https://works.bepress.com/renee hobbs/10/

Jarrar, Y., Awobamise, A., Nnabuife, S., & Nweke, G. E. (2020). Perception of Pranks on Social Media: Clout-Lighting. Online Journal of Communication and Media Technologies, 10(1), e202001. https://doi.org/ 10.29333/ ojcmt/6280

Kamaliah, A. (2019). Marak video prank, iseng doang atau 'abuse' terselubung? Detik. Jakarta. 13 Juni. Diakses dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4584565/marak-video-prank-iseng-doang-atau-abuse-terselubung

Kholisoh, N. (2018). Pengaruh terpaan informasi vlog di media terhadap sikap guru dan dampaknya terhadap persepsi siswa. Jurnal Aspikom. 3(5): 1002 – 1014. Diakses dari http://jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/380

Morissan, Wardhani A.C., Hamid, F. (2010). Teori Komunikasi Massa. Bandung: Ghalia Indonesia.

Nufus, Wilda Hayatun. (2019). Pesan 'Makjleb' Driver ke Youtuber Pembuat Prank Ojol: Cari Konten Mendidik. DetikNews. Jakarta. 29 November. Diakses dari https://news. detik. com/berita/d-4803453/pesan-makjleb-driver-ke-youtuber-pembuat-prank-ojol-cari-konten-mendidik

Restiawan, E.A. (2019). Pengaruh Tayangan Video Challenge di Youtube Terhadap Perilaku Pelajar (Survei terhadap Pelajar SMP Negeri 120 Jakarta). Skripsi. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Rilanti, I.T. (2019). Pengaruh persepsi khalayak remaja tentang vlog-vlog Atta Halilintar dan intensitas komunikasi peer group remaja terhadap tingkat motivasi remaja menjadi subscriber Atta Halilintar. Interaksi Online. 7(4): 1 – 10. Diakses dari https://ejournal3. undip.ac.id/index.php/interaksi-online/ article/ view/24675/ 22122

Setiawan, R. (2019). Konten Video Prank Makin Merugikan. Apa yang Harus Kita Lakukan? Jakarta. 13 Desember. Diakses dari https://tirto.id/enkD

Silalahi, R, Thamrin, & Matondang, A. (2019). Pengaruh Tingkat Persepsi Masyarakat Kecamatan Dolok Silau terhadap Realisasi Rencana Pemekaran di Kabupaten Simalungun. PERSPEKTIF, 8 (2): 39-44.

We Are Social. (2020). Digital in 2020. Diakses dari https://wearesocial.com/digital-2020

Wikipedia, 2020. Suicide of Jacintha Saldanha. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/ Suicide_of_Jacintha_Saldanha

Yudhistira, R. (2019). Kebijakan YouTube mengenai Konten Prank: Konten Prank Driver Ojek Online (Ojol) yang Dilakukan oleh Youtuber Indonesia Menjadi Polemik. Jakarta. 3 Desember. Diakses dari https://www.tagar. id/kebijakan-youtube-mengenai-konten-prank




DOI: https://doi.org/10.31289/simbollika.v7i2.4882

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area