Representasi Perdamaian dan Harmoni: Analisis Semiotika pada Iklan YouTube


Achmad Jamil(1), Rizki Briandana(2), Rustono Farady Marta(3), Yessi Mareta Andari Putri(4),


(1) Universitas Mercu Buana
(2) Universitas Mercu Buana
(3) Universitas Bunda Mulia
(4) Universitas Mercu Buana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perdamaian dalam iklan Coca-Cola edisi Small Word Machines-Bringing India and Pakistan Together yang dipublikasikan di media YouTube pada 19 Mei 2013. Konsep ideologi dalam iklan mengacu pada konsep bahwa ideologi merupakan suatu bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian melalui teks sebagai produk media massa. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Iklan dianalisis melalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes. Hasil penelitian menyimpulkan iklan Coca-Cola edisi “Coca-Cola Small Word Machines- Bringing India and Pakistan Together” mempunyai ideologi atau misi perdamaian untuk warga India dan Pakistan melalui sebuah iklan, namun terlihat jelas dari penggambaran perdamaian yang ditunjukan bahwa perusahaan Coca-Cola terlihat ingin memanfaatkan konflik horizontal antara India dan Pakistan sebagai upaya untuk meningkatkan bisnis Coca-Cola yang secara tidak langsung akan meningkatkan nilai jual produk minuman Coca-Cola di kedua negara tersebut dengan kampanyenya “Open Happines” khususnya di New Delhi, India.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi perdamaian dalam pembuatan iklan tidak hanya semata-mata untuk menyatukan warga India dan Pakistan, melainkan adanya kepentingan kapitalisme atau  keuntungan bisnis bagi perusahaan Coca-Cola.


Keywords


Advertising, Representation, Signs, Symbols, Semiotics, Peace

Full Text:

PDF

References


Berger, A. (2010). The objects of affection: semiotics and consumer culture. Springer.

Bianchi, C. (2011). Semiotic approaches to advertising texts and strategies: Narrative, passion, marketing. Semiotica, 2011(183), 243–271.

Briandana, R. (2019). Representation of political ideology in advertising: semiotics analysis in Indonesia television. International Journal of English Literature and Social Sciences, 4(3), 764–775. https://doi.org/doi.org/10.24198/ptvf.v3i1.21245

Briandana, R., & Azmawati, A. A. (2021). The influx of national identity: “imagined communities” on Indonesian audience in Indonesia and Malaysia frontier. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 5(1), 24. https://doi.org/10.25139/jsk.v5i1.2846

Briandana, R., & Dwityas, N. A. (2020). Conventional marketing communication tools for residential products in digital era. Technium: Social Science Journal, 14(1), 193–205.

Briandana, R., Lestari, T., & Marta, R. F. (2020). EFEKTIVITAS IKLAN MELALUI SMS BLAST TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN. JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI, 4(2), 98–112.

Budianto, I. M. (2001). Aplikasi Semiotika pada Tanda Nonverbal. Jakarta: Pusat Penelitian Kemasyarakatan Dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Bungin, B. (2001). Metodologi penelitian kualitatif: Aktualisasi metodologis ke arah ragam varian kontemporer. Jakarta: Grafindo.

Chandler, D. (2007). Semiotics: the basics. Routledge.

Hesti, S., Thasimmim, S. N., & Rimayanti, W. (2021). Efektivitas Iklan Traveloka Televisi Konvensional Pada Konsumen di Era Digital. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, 7(1), 57–65.

Hoopes, J. (2014). Peirce on signs: Writings on semiotic by Charles Sanders Peirce. UNC Press Books.

Jankowski, N. W., & Jensen, K. B. (2002). A handbook of qualitative methodologies for mass communication research. London: Routledge.

Najafian, M., & Ketabi, S. (2011). Advertising social semiotic representation: a critical approach. International Journal of Industrial Marketing, 1(1), 63.

Nugraha, A. R., Subekti, P., & Bakti, I. (2017). Komunikasi Agama dalam Iklan Ramadhan 2017 Versi PT. Djarum. Mediator: Jurnal Komunikasi, 10(2), 243–256.

Piliang, Y. A. (1998). Sebuah dunia yang dilipat: realitas kebudayaan menjelang milenium ketiga dan matinya posmodernisme. Mizan Pustaka.

Pratiwi, H. A., & Wiyanti, E. (2017). Representasi kesetaraan gender pada iklan (Tinjauan semiotika citra laki-laki dalam keluarga pada iklan televisi). Jurnal Desain, 4(03), 212–230.

Reid, M. (2003). IMC–performance relationship: further insight and evidence from the Australian marketplace. International Journal of Advertising, 22(2), 227–248.

Rossolatos, G. (2018). A sociosemiotic approach to consumer engagement in user-generated advertising. Social Semiotics, 28(4), 555–589.

Shabrina, I. (2015). Representasi Perdaaian Dalam Iklan Axe Peace “Make Love, Not War.” Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 48–62.

Sidik, A. (2018). Analisis iklan produk shampoo Pantene menggunakan teori Semiotika Pierce. Technologia: Jurnal Ilmiah, 9(4), 201–208.

Sobur, A. (2001). Analisis teks media: suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik dan analisis framing. Remaja Rosdakarya.

Solík, M. (2014). Semiotic approach to analysis of advertising. European Journal of Science and Theology, 10(1), 207–217.

Svendsen, S. E. (2013). Refresh. Create. Inspire: A Rhetorical Analysis of the Mission, Vision and Values Behind The Coca-Cola Company and the Digital Marketing Strategies of the" Open Happiness" Campaign. Liberty University.

Thwaites, T., Davis, L., & Mules, W. (2002). Introducing cultural and media studies: a semiotic approach.

Umarela, F. H., Dwityas, N. A., & Zahra, D. R. (2020). Representasi ideologi supremasi kulit putih dalam iklan televisi. ProTVF, 4(1), 64. https://doi.org/10.24198/ptvf.v4i1.25172

Wardhani, D., Hesti, S., & Dwityas, N. A. (2019). Uses and Gratifications of Social Media: Media Use Among University Students in Jakarta. International Journal of Communication Reserach, 9(1), 23–31.




DOI: https://doi.org/10.31289/simbollika.v7i2.5323

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area