Kearifan Lokal Budaya Jawa Dalam Film “Tilik”


Ilma Saakinah Tamsil(1),


(1) Universitas Medan Area

Abstract


Tilik merupakan warisan asli budaya Jawa yang mengangkat pola keseharian masyarakat Indonesia pada umumnya. Tujuan penulisan untuk menjabarkan bagaimana kearifan lokal budaya jawa di dalam film Tilik. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan konsep triadic Charles Sanders Peirce yang kemudian diaplikasikan menjadi konsep matter of expression di dalam film melalui adegan, karakter, bahasa dan dialog yang ditampilkan selama 32 menit. Hasilnya ditemukan kearifan lokal budaya Jawa khususnya masyarakat pedesaan melalui kebiasaan yang sering dihadapi oleh masyarakat dalam kesehariannya. Budaya Tilik yang dilakukan ibu-ibu Jawa ini sebagai bentuk toleransi serta rasa kebersamaan antar warga melalui sikap teposliro. Pemaparan simbol Jawa terlihat dari karakter pemeran film, setting keindahan alam Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, suasana jalan raya yang dilewati truk, keindahan sawah, serta Jawa Ngoko masyarakat desa sangat terasa melalui dialog yang digunakan di dalam keseluruhan film namun terdapat nilai-nilai budaya yang dikonstruk dan diproduksi sehingga memberikan penilaian bahwa pemaparan wanita Jawa yang disajikan di dalam film sedikit berlebihan menjadi proses penandaan, praktik yang membuat suatu hal menjadi memiliki makna. Kesimpulan yang diperoleh bahwa kearifan lokal budaya Jawa khususnya masyarakat pedesaan melalui kebiasaan yang sering dihadapi oleh masyarakat dalam kesehariannya.


Keywords


Film; Javanese Local Wisdom; Semiotic

Full Text:

PDF

References


Alfian, Magdalia. (2013). Potensi Kearifan Lokal Dalam Pembentukan Jati Diri dan Karakter Bangsa, Proceeding The 5th International Conference on Indonesia Studies: Ethnicity and Globalization, Jakarta.

Danesi, Marcel. (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra.

Hall, Stuart. (2002). Representation. London, Thousand Oaks, New Delhi: Sage Publication.

Hofstede, Geert. (1980). Culure’s Consequences, International Differences In Work Related Values. Sage Publications, Beverly Hills, London.

Koentjaraningrat. (1996). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: AksaraBaru.

Lestari, Rini. (2016). Transmisi Nilai Prososial Pada Remaja Jawa. Jurnal Indegenous Vol 1 No 2. 2016:33-34.

Masturi, M. 2015. Counselor Encapsulation: Sebuah Tantangan dalam Pelayanan Konseling Lintas Budaya. Jurnal Konseling Gusjigang, 1(2).

Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Pujileksono, Sugeng. (2015). MetodePenelitianKomunikasiKualitatif. Malang: Intrans Publishing.

Scott James. (1990). Domination and the Arts of Resistance: Hidden Transcripts. Yale University Press.

Stuart. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications Ltd Hawkes.

Suwarsono, Mateus. (2021, Juli) WawancaraPribadi.

Suyanto. (1990). Pandangan Hidup Jawa. Semarang: Dahana Prize.

Wibowo, IndiawanSeto Wahyu. (2013). SemiotikaKomunikasi. Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.




DOI: https://doi.org/10.31289/simbollika.v7i2.5584

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area